• HOME
  • DUNIA
  • Xi Jinping Peringatkan Warganya yang Ragukan Kebijakan Zero Covid

Xi Jinping Peringatkan Warganya yang Ragukan Kebijakan Zero Covid


Laporan : Sultan Nabil Herdiatmoko
Minggu, 8 Mei 2022 - 09:13

Presiden China Xi Jinping./Net

Presiden China Xi Jinping beraksi keras atas kritik yang muncul terhadap kebijakan zero covid, terutama yang muncul di Shanghai.

"Kami berjanji dengan teguh mematuhi kebijakan umum  dynamic zero (nama terbaru Zero-Covid), dan dengan tegas melawan kata-kata dan tindakan apa pun yang mendistorsi, meragukan atau menyangkal negara kita terkait kebijakan pencegahan epidemi itu," ujar Xi pada pertemuan Komite Tetap Politbiro Partai Komunis China (PKC), seperti dimuat Xinhua yang kemudian dikutip CNN, Jumat (6/5).

Ini adalah pernyataan publik pertama Xi Jinping terkait penanganan Covid-19 sejak kehebohan publik terjadi atas lockdown ketat yang diberlakukan di Shanghai. Penduduk setempat menggunakan media sosial untuk melampiaskan kemarahan mereka atas kekurangan makanan, keterbatasan akses ke perawatan medis selama lima pekan terakhir.

Komite Tetap Politbiro PKC mengatakan, strategi pencegahan dan pengendalian Covid ditentukan oleh sifat dan misi partai.

“Kebijakan kami ini dapat bertahan dalam ujian sejarah dan tindakan kami ilmiah dan efektif," tambah komite tersebut.

"Kami telah memenangkan pertempuran untuk mempertahankan Wuhan, dan kami pasti akan dapat memenangkan pertempuran untuk mempertahankan Shanghai," pungkas mereka.

Lockdown ketat dan sering memicu ketidakpuasan publik dan memberikan pukulan telak bagi ekonomi China.

Menurut laporan CNN, banyak penduduk Shanghai yang melakukan protes dari jendela apartemen mereka, membenturkan panci dan wajan dan menjeritkan rasa frustasi. Yang lain bahkan bentrok dengan polisi dan petugas kesehatan di jalan-jalan.

Tetapi pernyataan terbaru dari para pemimpin tinggi negara itu telah memperjelas bahwa pemerintah China menggandakan pendekatannya dengan mengandalkan penguncian cepat, pengujian massal, dan karantina untuk menekan varian Omicron yang sangat menular di masa mendatang.

CNN mengatakan, bagi para analis yang telah lama mengamati politik China, peringatan keras itu adalah sinyalemen keras bahwa telah ada penolakan internal terhadap kebijakan Zero-Covid dari dalam partai.

"Bahasa ini harus dibaca sebagai kritik langsung terhadap para pemimpin PKC lokal yang tidak spesifik yang telah mempertanyakan kebijakan di pusat, atau yang kurang berhasil dalam menerapkannya," tulis David Bandurski, co-Direktur Proyek Media China kepada CNN, Jumat (6/5).

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :