• HOME
  • DUNIA
  • Upaya Trump Aktifkan Lagi Akun Twitternya Ditolak Pengadilan Federal

Upaya Trump Aktifkan Lagi Akun Twitternya Ditolak Pengadilan Federal


Laporan : Sultan Nabil Herdiatmoko
Sabtu, 7 Mei 2022 - 20:21

Tampilan Akun Donald Trump sebelum ditangguhkan Twitter/Repro

Gugatan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar bisa menggunakan kembali akunnya yang dihapus permanen oleh  Twitter  ditolak Pengadilan Federal AS di California.

Argumen Trump  bahwa penyensoran oleh Twitter telah melanggar hak kebebasan berbicara sesuai dengan klausa Amandemen Pertama konstitusi AS dipatahkan oleh hakim federal James Donato yang mengadili perkara itu.

Dalam putusan yang dikeluarkan Jumat (7/5), hakim menilai argumen tersebut lemah dan tidak berdasar. Hakim menyatakan, Amandemen Pertama itu hanya melarang badan pemerintah untuk menyensor apa yang dikatakan warga, sedangkan bisnis swasta seperti Twitter, tidak termasuk ke dalam klausa tersebut.

"Pengaduan itu tidak secara masuk akal menuduh klaim Amandemen Pertama terhadap Twitter," sebut James Donato dalam putusannya, dikutip dari NDTV, Sabtu (7/5).

Hakim mengatakan, TOS (persyaratan layanan) memberi izin kontraktual kepada Twitter untuk bertindak sebagaimana yang dianggapnya sesuai.

“Itu berlaku untuk akun atau konten apa pun untuk alasan apa pun atau tanpa alasan apa pun," tambahnya.

Namun Hakim Donato membiarkan pintu terbuka untuk gugatan yang diajukan Trump, American Conservative Union, dan beberapa orang yang berpendapat bahwa mereka "ditendang dari platform".  Ia mengijinkan gugatan itu disempurnakan dan diteruskan kembali ke pengadilan, bila memadai.

Twitter secara permanen menangguhkan akun Trump dua hari setelah pidatonya pada 6 Januari 2021 "Hentikan Pencurian" yang mengobarkan massa dan kemudian mengepung Gedung Capitol ketika anggota parlemen mengesahkan kemenangan Presiden Joe Biden.

Akun Trump dihapus oleh Twitter atas alasan risiko hasutan kekerasan lebih lanjut yang disebabkan oleh tweetnya.

Spekulasi apakah akun Donald Trump akan kembali dipulihkan oleh Twitter atau tidak menjadi perbincangan setelah Elon Musk, pemilik Tesla Inc dan SpaceX berhasil mengakuisisi platform media sosial itu.

Elon Musk yang dikenal dekat dengan Trump telah berjanji akan melakukan pembatasan memoderasi kebijakan konten yang minumum

Para analis politik AS mengatakan, langkah Elon  Musk  itu adalah langkah yang dapat mengacaukan politik AS, terutama di saat AS bersiap menuju pemilihan paruh waktu November mendatang.

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :