• HOME
  • DUNIA
  • Ukraina Tuding Kelompok Hacker Belarus Dalang Serangan Siber

Ukraina Tuding Kelompok Hacker Belarus Dalang Serangan Siber


Laporan : Sultan Nabil Herdiatmoko
Minggu, 16 Januari 2022 - 23:37

Ilustrasi/Net

Ukraina meyakini kelompok hacker yang memiliki hubungan dengan intelijen Belarus menjadi dalang di balik serangan siber masif terhadap situs pemerintahannya pada baru-baru ini.

Wakil Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Serhiy Demedyuk, mengatakan kepada Reuters, Minggu (16/1), serangan hari Jumat itu merupakan ulah dari kelompok yang dikenal sebagai UNC1151.

"Kami percaya bahwa kelompok UNC1151 mungkin terlibat dalam serangan ini. Ini adalah kelompok spionase dunia siber yang berafiliasi dengan layanan khusus Republik Belarus," tambahnya.

Sebelumnya, pejabat Ukraina mencurigai bahwa Rusia mungkin terlibat dalam serangan tersebut. Dengan temuan ini, kecurigaan tidak berubah, karena Belarus dikenal sebagai  sekutu dekat Rusia.

"Pencemaran nama situs hanyalah kedok untuk menyumputi tindakan destruktif yang akan terjadi di belakang layar, dan konsekuensi yang akan kita rasakan dalam waktu dekat," ujar Serhiy.

Serhiy, yang pernah menjadi Kepala Polisi Siber Ukraina, mengatakan, UNC1151 memiliki rekam jejak serangan terhadap sejumlah negara, seperti Lithuania, Latvia, Polandia dan Ukraina. Kelompok ini telah menyebarkan narasi yang mengecam kehadiran aliansi NATO di Eropa Timur.

"Perangkat lunak berbahaya yang digunakan untuk mengenkripsi beberapa server pemerintah sangat mirip karakteristiknya dengan yang digunakan oleh kelompok ATP-29," katanya.

Kelompok ATP-29 dicurigai terlibat peretasan Komite Nasional Demokrat di Amerika Serikat sebelum Pilpres 2016.

"Kelompok ini mengkhususkan diri dalam spionase dunia maya, yang terkait dengan layanan khusus Rusia (Layanan Intelijen Asing Federasi Rusia) yang menggunakan teknik perekrutan atau penyamaran orang dalam di perusahaan yang tepat," kata Serhiy.

Serhiy juga mengatakan bahwa UNC1151 telah menggunakan Google Translate untuk menerjemahkan ancamannya dari Bahasa Rusia menuju Bahasa Ukraina dan Polandia.

"Jelas bahwa mereka tidak berhasil menyesatkan siapa pun dengan metode primitif ini, tetapi tetap saja ini adalah bukti bahwa para penyerang  “memainkan' hubungan Polandia-Ukraina (yang semakin hari semakin kuat)," jelasnya.

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :