• HOME
  • POLITIK
  • Tsamara Keluar dari PSI. Begini Komentar Fahri Hamzah dan Andi Arief

Tsamara Keluar dari PSI. Begini Komentar Fahri Hamzah dan Andi Arief


Laporan : RMOLNETWORK
Selasa, 19 April 2022 - 14:42

Tsamara Amanya./Net

Politisi Tsamara Amany keluar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia mundur diri sebagai kader dan pengurus. Keputusan iu diumumkan lewat channel YouTube pribadinya, Senin (18/4).

"Selama lima tahun sebagai Ketua DPP, per hari ini, 18 April 2022 saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai pengurus dan kader PSI," kata Tsamara dalam pernyataannya.

Keputusan Tsamara untuk mundur ini mendapat tanggapan beragam. Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menggangap putusan itu tepat. Pasalnya, jika Tsamara terus bertahan,  masa depannya akan terbuang sia-sia di PSI.

"Dia masih muda, terlalu banyak spekulasi di PSI yang bisa merusak masa depannya. Jadi keputusannya sangat tepat," ujar Fahri Hamzah kepada wartawan di Jakarta, Selasa (19/4).

Dikatakan Fahri, lahirnya PSI memang bukan untuk diorientasikan sebagai partai perjuangan jangka panjang. PSI dibuat hanya untuk kepentingan jangka pendek. Jadi, sulit menitipkan idealisme pada PSI, kata Fahri.

Ia menyarakan Tsamara yang masih muda di ranah politik untuk terus belajar. Perkuat basis akademi terlebih dahulu. Setelah itu barulah keluar menjurubicarai keadaan sebagai aktivis dan politisi. Suami beliau juga seorang akademisi di Amerika," pungkasnya.

Contoh Buruk

Sementara Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief menyebut sikap Tsamara merupakan contoh buruk untuk generasi milenial.

"Itu mungkin jawaban bagi yang meninggalkan partai dalam keadaan sulit. Contoh buruk generasi milenial," kata Andi Arier melalui cuitan di Twitternya, Selasa (19/4).

"Loyalitas atau kesetiaan pada partai itu bergantung apakah partai itu mampu memberi harapan bagi rakyat atau dirinya. Namun ada juga loyalitas yang pudar karena tidak sabar," kata Andi Arief.

"Makin menegaskan dugaan selama ini Tsamara dkk hanya dikontrak untuk mempertajam polarisasi berbaju pluralisme lalu pergi. Lari dari tanggung jawab," kata Andi Arief.

"Saya duga, langkah anak muda yang tinggal gelanggang colong pelayu dari partai, akan diikuti oleh beberapa pegawai kontrak di TV digital independen tertentu. Mereka yang sudah menajamkan polarisasi, lalu tinggal pergi. Para borjuis kecil dengan ideologi pluralisme palsu," tandas Andi Arief. []

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :