• HOME
  • DUNIA
  • Tindakan AS Mengancam Arab Saudi Dikecam Turki

Tindakan AS Mengancam Arab Saudi Dikecam Turki


Laporan : Arkan Yasin
Sabtu, 22 Oktober 2022 - 11:57

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu. /Net

Turki mengecam tindakan Amerika Serikat (AS) yang mengancam Arab Saudi. Ada pun ancaman AS terhadap Arab menyusul keputusan pemangkasan pasokan minyak oleh sekelompok negara produsen minyak (OPEC+) diumumkan baru-baru ini.

Berbicara dalam konferensi pers di Provinsi Mersin selatan pada Jumat (21/10), Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu tidak membenarkan tindakan yang dilakukan AS. Dia menyebut tindakan tersebut sebagai sebuah intimidasi kepada Arab Saudi.

"Kami melihat bahwa sebuah negara (AS) mengancam Arab Saudi, dan intimidasi ini tidak benar," kata Mevlut Cavusoglu, dikutip dari Anadolu Agency.

Pekan lalu, Presiden AS Joe Biden secara vokal terus mengritik Arab Saudi dan memperingatkan bahwa akan ada konsekuensi yang terjadi dalam hubungan AS dengan Arab Saudi, setelah OPEC+ mengumumkan akan memangkas target produksi minyaknya.

Menanggapi pernyataan Biden, Turki berpendapat bahwa masalah itu tidak dapat diselesaikan dengan mengancam satu negara. Dia menyerukan agar AS mencabut sanksi untuk dapat menurunkan harga minyak.

"Seluruh dunia membutuhkan minyak dan gas alam Venezuela. Ada juga embargo minyak Iran. Jika ingin harga minyak turun, cabut sanksi," desak Cavusoglu.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan, keputusan OPEC+ murni terjadi karena masalah ekonomi. Kebijakan itu telah diambil dengan suara bulat oleh negara-negara anggota organisasi tersebut.

Akan tetapi pemotongan itu terjadi hampir sebulan sebelum pemilihan paruh waktu AS, yang membuat Demokrat tampaknya rentan kehilangan suara akibat kenaikan harga gas dan minyak yang semakin tinggi, dengan inflasi yang merajalela.

Joe Biden terus menekan Arab Saudi. Sebab pemangkasan ini kemungkinan akan membuat Biden tidak bisa meningkatkan prospek pada pemilihan mendatang.

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :