Survei: Milenial Muak dengan Pencitraan Politik


Laporan : RMOLNETWORK
Rabu, 26 Januari 2022 - 15:35

Ilustrasi./Net

Mayoritas anak muda negeri ini, atau yang biasa disebut generasi milenial sudah bosan dan muak melihat pelbagai pencitraan oleh para pejabat negara dan pejabat politik yang punya hasrat nyapres.

Mereka juga bosan mendengarkan perdebatan politik di dalam negeri. Terutama perdebatan yang melenceng dari substansi, lantaran elite politik dan penggembira saling menyudutkan satu sama lain.

Potret itu tergambar dalam survei terbaru Lembaga Penelitian Masyarakat Millennial (LPMM) bertajuk “Atmosfir Politik di Mata Generasi Milenial,” yang dirilis ke media, kemarin.

“69,6 persen dari responden mengaku bosan dengan perdebatan politik,” kata irektur Eksekutif LPMM Alamsyah Wijaya, Selasa (25/1).

Persepsi negatif generasi milenial terhadap perdebatan politik, tidak lepas dari pesta demokrasi lima  tahunan yang terus menerus menyuguhkan adu argumen, baik dalam ruang diskusi maupun saling singgung lewat media jurnalis maupun medsos.

“Sekarang hanya 24,7 persen generasi milenial merasa suka dan mayoritas mengatakan bisa jadi hiburan saat santai. Sisanya 5,3 persen tidak memberikan jawaban saat dilakukan survei,” urainya.

Survei LPMM juga menemukan bahwa sebanyak 91,7 persen generasi milenial menyatakan sudah muak dengan pelbagai pencitraan tokoh politik dan para pejabat negara. Sikap ini menjadi identitas kebanyakan milenial. Mereka mengharapkan muncul pemimpin yang melek teknologi dan dapat mengerti keinginan rakyatnya.

“Bagi mayoritas generasi milenial, pemimpin era milenial haruslah melek teknologi dan tahu keinginan rakyat,” ujar Alamsyah.

Ditambahkan Alamsyah, survei LPMM ini digelar pada 3 hingga 19 Januari 2022 dengan melibatkan 1962 sampel generasi milenial kelahiran 1981 hingga 2007 yang tersebar di 34 provinsi. Survei mengunakan metode multistage random sampling dan teknik pengumpulan data dengan pengamatan. Margin of error survei 2,23 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :