• HOME
  • HUKUM
  • Staf Disdik Jakbar Beli Vila Dari Duit Korupsi BOS

Staf Disdik Jakbar Beli Vila Dari Duit Korupsi BOS


Laporan : RMOLNETWORK
Rabu, 28 April 2021 - 10:32

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Dwi Agus Arfianto/RMOLJakarta

MF selaku staf Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat menggunakan duit hasil korupsi dana BOS dan BOP SMKN 53 untuk membeli bangunan vila.

Kajari Jakarta Barat Dwi Agus Arfianto mengatakan, uang yang diperoleh MF merupakan komisi dari 

Kepala SMK 53 Jakarta Barat berinisial W karena berhasil mencairkan uang dari aplikasi SIAP BOS dan BOP.

"Kalau dari hitungan kasar kami, MF dapat keuntungan Rp 700 juta yang digunakan untuk kepentingan pribadi beli vila, dan lain-lain," kata  Dwi Agus Arfianto di Jakarta, Selasa (27/4) kemarin.

Berbeda dengan MF, W lebih memilih membelanjakan hasil uang korupsinya untuk keperluan sekolah.

Salah satunya dialirkan untuk menambah tunjangan guru yang tentunya menyalahi aturan.

"W atas kebijakan dia berikan akses password dan token ke MF untuk dicairkan dana kas BOP dan BOS. Uang itu digunakan untuk keperluan sekolah yang tidak sesuai, salah satunya tambah tunjangan kinerja guru-guru," kata Dwi.

Selain itu, W juga mendapatkan komisi Rp 15 juta dari setiap pencairan dana BOS.

W dan MF sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Jakarta Barat lantaran dugaan korupsi dana BOS dan BOP tahun ajaran 2018 sebesar Rp 7,8 miliar.

Namun keduanya belum ditahan, karena Kejari Jakarta Barat masih menunggu rekomendasi dan pemeriksaan dari Badan Pemeriksaa Keuangan (BPK).

Akibat perbuatannya, W da MF dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau denda paling banyak Rp1 miliar.


EDITOR :