• HOME
  • POLITIK
  • Rocky Gerung: Kampanye Ganjar Cuma Soal Radikalisme, Mana Isi Pikiran Masa Depan?

Rocky Gerung: Kampanye Ganjar Cuma Soal Radikalisme, Mana Isi Pikiran Masa Depan?


Laporan : RMOLNETWORK
Minggu, 8 Mei 2022 - 08:50

Rocky Gerung./Net

Elektabilitas seolah menjadi standar tertinggi dalam memilih figur Presiden. Padahal, ada hal yang lebih penting yang patut dipertimbangkan, yakni prestasi dan etika.

Dalam pandangan Pengamat Politik yang juga Pakar Filsafat dari Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung, figur Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo yang digadang-gadang sebagai capres potensial karena punya elektabilitas tinggi, tidak cukup untuk dielu-elukan sebagai pemimpin masa depan bila tidak dibarengi dengan prestasi dan etika dalam berpolitik dan menawarkan gagasan tentang masa depan Indonesia.

Rocky sependapat dengan Pakar Hukum Bivitri Susanti dan Politkus Gelora Fahri Hamzah dalam tulisan-tulisannya yang secara garis besar menyebut problem bangsa Indonesia saat ini adalah menyoal etika dalam bernegara bukan elektabilitas atau polesan citra semata.

“Relevan apa yang ditulis oleh Bivitri Susanti dan Fahri Hamzah untuk mengingatkan bahwa problem bangsa ini bukan elektabilitas tetapi etikabilitas. Jadi, etikabilitas itu yang hilang,” kata Rocky Gerung dalam wawancara eksklusif bersama Hersubeno Arief di jalan YouTube Rocky Gerung Official, dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (7/5).

Rocky mengatakan, pemimpin yang tidak paham etikabilitas dan tidak punya intelektualitas pasti kapabilitasnya rendah dan legitimasinya pun turun.

“Persoalan ini yang cacat di kita,” imbuhnya.

Rocky menilai, sinyal politik dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) belakangan ini, semakin kentara sedang ingin memberi pesan isyarat bahwa Ganjar Pranowo adalah penerusnya.

“Tapi kita bisa pastikan tentu Pak Jokowi ingin mengasuh seseorang untuk menjadi penggantinya. Dan yang ada di depan mata kita itu cuman Ganjar Ganjar dan Ganjar.”

Sayangnya,  menurut Rocky, Ganjar Pranowo masih kalah secara kapabilitas dan prestasi dibanding pesaingnya yang juga memiliki elektabilitas tinggi di sejumlah hasil survei nasional.

Hal itu karena, Ganjar Pranowo jarang melempar gagasan besar. Rocky menyebut, Ganjar hanya melemparkan isu radikalisme dan intoleransi semata dalam beberapa tahun terakhir.

“Kita ingin Ganjar itu ada etika, intelektualitas. Tapi kalau kita lihat kampanye Ganjar itu cuma soal radikalisme, intoleransi. Di mana isi pikiran masa depan? Kalau cuman nakut-nakutin rakyat tuh,” sesalnya.

“Sementara pesaingnya Ganjar, Anies Baswedan sudah beredar ke luar negeri tuh, selektif kegiatan dia di Jakarta kemaren itu disorot oleh internasional (Idulfitri di JIS salah satunya). Apapun keterangannya Anies bisa melampaui kemampuan konseptual dibandingkan dengan Ganjar yang diolok-olok orang sebagai Jokowi Kecil, karena dia cuma mengedarkan dan dia cuma bikin isu itu aja,” demikian Rocky Gerung.

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :