Rakernas Nasdem dan Suksesi Kepemimpinan Nasional


Laporan : Arkan Yasin
Senin, 20 Juni 2022 - 10:51

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. /RMOL

TIDAK sengaja saya bertemu dengan pengemudi  taksi online yang senang kepada Surya Paloh. Namanya Gaffariyadi. Seorang pengampu komunitas pengemudi  yang beranggotakan 200 orang dari Surabaya dan Sidoarjo. 

Pak Gaffar ini asal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan istrinya kelahiran Sumenep Madura. Mereka bersama keluarga sekarang tinggal di Sedati Sidoarjo. Ia sudah 3 tahun menjadi driver taksi online setelah pensiun dini dari perusahaan swasta.

Dalam perjalanan mengantarkan saya dari Stasiun Gubeng Surabaya ke Kantor DPW Partai Nasdem Jawa Timur. Pak Gaffar mengawali perbincangan dengan bertanya kepada saya. "Maaf Bapak. Bapak orang Nasdem". "Iya Bapak. Kenapa Bapak?", jawab saya sembari bertanya balik.

"Gimana caranya masuk Nasdem iya Bapak? Saya senang Pak Surya. Senang cara bicaranya". "Kenapa senang Bapak?", pertanyaan saya menimpali jawaban sang driver yang menghabiskan masa studinya di Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut.

"Kalau ngomong Pak Surya semangat. Kata-katanya tak ada salahnya. Dan intonasinya itu loh", jawabannya mantap menyakinkan. "Bapak kalau ingin masuk Nasdem buka Nasdem Digital", saya sambil mengarahkan. "Nanti saya, kasik nomor handphone Ketua DPD Nasdem Sidoarjo, Bu Nur iya", lanjut saya. "iya Bapak, makasih". Dari suaranya nampak Pak Gaffar senang sekali.

Kesempatan baik ini, saya pergunakan untuk menjelaskan sekilas profil Pak Surya. Barang tentu, juga soal Nasdem yang akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1, di Jakarta Convention Center (JCC), 15-17 Juni 2022 ini.

Saya yakin Gaffar-Ghaffar seperti ini banyak di masyarakat akar rumput yang fans berat Surya Paloh. Mereka ingin masuk Nasdem lantaran terpikat oleh pesona kharismatik Ketum. Tinggal para pengurus, kader dan simpatisan Nasdem mengkapitalisasi menjadi suara pada Pileg dan Pilpres, 14 Februari 2024 mendatang.

Surya Paloh merupakan faktor bagi kemenangan dan kebesaran Nasdem dari 2 kali Pemilu dan ratusan Pilkada di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Tanah Air. Faktor tokoh asal Aceh yang akan berulang tahun ke-71 pada 16 Juli 2022 itu, bakal menjadi king maker pada suksesi kepemimpinan nasional nanti.

Hilir mudik para tokoh nasional bertandang kepada Surya Paloh di Nasdem Tower, adalah bukti partai yang lahir pada 11-11-2011 sangat diperhitungkan dalam percaturan politik. Bahkan sangat menentukan dalam proses pergantian kepemimpinan negara.

Tampaknya hanya Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri yang belum berkunjung ke Nasdem Tower, markas baru partai yang berada di Jalan Gondangdia Menteng Jakarta Pusat tersebut. Sementara, pimpinan partai politik nasional yang lain sudah menginjakkan kaki di kantor seluas 30.000 M2 ini.

Nasdem Tower menjadi episentrum politik nasional. Pasti, ini bukan karena kemegahan bangunan, tetapi bentuk pengakuan terhadap kewibawaan sang pemiliknya. Surya Paloh benar-benar menjadi "bapak" bagi bangsa ini yang sungguh-sungguh berikhtiar menyiapkan pemimpin dari putra-putri terbaik bangsa yang ada.

Rupanya, publik sudah mulai meyakini kesungguhan dan ketulusan Surya Paloh untuk mempersembahkan pemimpin pemerintahan yang akan mengelola 273 juta penduduk Indonesia. Negeri ini butuh pemimpin pasca Jokowi yang bukan hanya sekadar punya track record baik, tapi juga berprestasi dalam memimpin negara atau daerah.

Rapat Kerja Nasional (Rakernas), adalah forum musyawarah nasional yang bertujuan menjaring nama bakal calon presiden yang beredar di tengah-tengah masyarakat akar rumput. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem seluruh Tanah Air berkumpul untuk memberikan masukan kepada Ketum, nama calon presiden yang dikehendaki berdasarkan jaring aspirasi rakyat.

Rakernas ke-1 ini akan melahirkan nominasi calon presiden. Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Johnny G Plate menyebutkan sekurangnya tiga nama untuk ditetapkan oleh Ketum menjadi calon presiden yang akan diusung pada Pilpres 2024.

Apakah Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo atau tokoh lain yang diusung? Semua bergantung pada Surya Paloh yang diberi mandat untuk memutuskan calon presiden yang diusung oleh Partai Nasdem. 

Tak satu pun keraguan dalam benak pemilih Nasdem perihal integritas kebangsaan Surya Paloh yang akan memilih calon presiden berdasarkan kepentingan bangsa dan negara semata.

Moch Eksan
Penulis adalah Pendiri Eksan Institute dan Ketua Bidang Hubungan Legislatif DPW Partai Nasdem Jawa Timur

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :