Puluhan Pelajar Dijemur Di Lapangan Tenis Polresta Bandarlampung

Pelajar dijemur di lapangan tenis Mapolresta/Ist
Pelajar dijemur di lapangan tenis Mapolresta/Ist

Puluhan pelajar, mahasiswa, dan warga digiring aparat kepolisian ke Mapolres Bandarlampung, kemudian dijemur di lapangan tenis Mapolres lantaran diduga hendak ikut serta dalam unjuk rasa penolakan Undang Undang Cipta Kerja Omnibus Law di gedung DPRD Lampung.


Awalnya pihak kepolisian mencurigai puluhan pelajar tersebut. Hingga akhirnya polisi memeriksa seluruh pakaian mereka dan mengecek identitas para pelajar satu persatu.

Para pelajar ini dikumpulkan di lapangan Mapolresta untuk dilakukan pendataan. Terdapat 30 pelajar laki-laki yang diamankan, kemudian mengaku berasal dari SMK Muhammadiyah Tumijajar, Tulangbawang Barat. Adapula dari Natar (Lampung Selatan), Tulangbawang, Metro dan daerah lainnya.

Pantauan Kantor Berita RMOLLampung, para pelajar datang ke Bandarlampung karena masih dalam suasana penolakan Omnibus ,Law sehingga mereka turun untuk mengikuti aksi.

Namun, belum lagi dimulai, aparat kepolisian sudah melakukan aksi kejar-kejaran dengan para pelajar.

Beberapa perwakilan keluarga, dan pihak sekolah juga datang dan memenuhi kantor Mapolresta untuk mengecek apakah ada anak didiknya yang terlibat.

"Kami sudah berkoordinasi dengan  pihak sekolah dan pihak dinas Pendidikan bahkan pihak orang tua guna mendidik anak didiknya dan untuk seluruh pelajar agar tidak ikut-ikutan," ucap Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Kamis (8/10).

"Pihak aparat senantiasa mengedepankan upaya preventif dalam penanganan massa," tambahnya.