Program PMI dan BIN, 120 Warga Ikut Kelola Lahan Jagung di Tabrauw


Laporan : Arkan Yasin
Jumat, 23 September 2022 - 20:36

Lahan jagung di Kampung Sitori, Distrik Kebar Timur, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat yang dikelola Papua Muda Inspiratif. /Ist

Organisasi binaan Badan Intelijen Negara (BIN) Papua Muda Inspiratif (PMI) berhasil melibatkan banyak masyarakat untuk mengembangkan lahan jagung di Kampung Sitori, Distrik Kebar Timur, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat. 

Sedikitnya ada 120 orang yang berasal dari sejumlah suku yang ada di Papua Barat yang dilibatkan. Setiap hari mereka bekerja dengan upah Rp100.000 dan uang makan Rp25.000.

"Saya terlibat di lapangan, sampai saat ini kita akomodir setiap kepala suku yang ada di wilayah ini untuk melakukan perkerjaan, baik pemuda dan orang tua. Setidaknya, 120 orang sudah bekerja," Koordinator PMI Kebar Timur, Daud Amnan, dalam keterangannya, Jumat (23/09) dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL.

Ada pun program pengembangan lahan jagung ini, diinisiasi Kepala BIN Budi Gunawan dengan dukungab langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) 09/2020 tentang Percepatan Kesejahteraan di Papua dan Papua Barat.

PMI dengan dukungan BIN berhasil menggandeng investor yaitu perusahaan PT Nuansa Lestari Sejahtera untuk turut serta mengelola tanaman jagung itu supaya berjalan dengan maksimal.

Daud menjelaskan, perusahaan kemudian memberikan uang Rp2 juta per bulan kepada pemilik lahan. Serta, perusahaan membayar pekerja Rp125.000 per hari. Nantinya, hasil panen jagung juga akan dibagi hasil, antara perusahaan dengan pemilik lahan.

"Di sini kita melihat dampak ekonominya baik untuk kita. Kami PMI binaan BIN, kami bergerak untuk kesejahteraan masyarakat," tutur Daud.

Sementara itu, Koordinator PMI Papua Barat, Simon Tabuni menambahkan, PMI memiliki lima program utama. Di antaranya pertanian jagung di Papua Barat, khususnya di Distrik Kebar Timur.

Menurut Simon, saat ini PMI, BIN, masyarakat dan investor, berpegang tangan untuk mendorong pengembangan jagung, kopi dan peternakan di Kabipaten Tambrauw. Kedepannya, PMI akan melakukan pengembangan jagung di Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Teluk Bintuni.

"Kami mendorong pengembangan jagung untuk Papua Barat sebagai sentra pangan nasional dan membuka banyak lapangan pekerjaan, serta cita-cita kami untuk masyarakat Papua sejahtera melalui apa yang dimiilikinya mulai dapat terwujud," kata dia.

Untuk melaksanakan program itu, PMI dipercaya mengelola 200 hektare lahan, dengan 30% di antaranya dibuatkan sarana prasana penunjang penanaman jagung, seperti pembuatan embung dan saluran irigasi. Sedangkan sisanya sekitar 120 hektare, diperuntukkan untuk ditanami jagung.

Hingga saat ini, tanaman jagung yang sudah di tanam sekitar 70 hektare. Terdiri dari petak pertama seluas 44 hektare di tambah 1 hektare aliran air. Petak kedua seluas 26 hektare. Dan sisanya dalam proses pengolahan tanah.

Harapannya, pada Oktober 2022 mendatang, telah masuk masa panen. Pada pasa panen itu diharapkan bisa disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Kepala BIN Budi Gunawan.

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :