Petisi "Pak Presiden, 2022-2024 Bukan Waktunya Memindahkan Ibukota" yang telah tembus lebih dari 11 ribu dukungan. Para inisiator akan segera berembuk untuk menentukan langkah lanjutan.
Salah satu inisiator petisi, M. Hatta Taliwang mengatakan, para inisiator yang terdiri dari 45 tokoh akan membahas tindak lanjut atas dukungan masyarakat melalui petisi.
"Nanti ada semacam zoom para kawan-kawan (inisiator) ini. Apakah kami akan bersurat resmi atau bagaimana follow up dari apa yang sudah kami kerjakan ini. Nanti akan dibicarakan tindak lanjut seperti judicial review dan sebagainya," ujar Hatta kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (7/2).
Hatta menambahkan, tindak lanjut atas petisi tersebut merupakan keputusan bersama dari para inisiator ke-45 tokoh. Menurutnya, 11 ribu dukungan dalam petisi tersebut sudah cukup untuk menyampaikan pesan secara formal kepada Presiden Joko Widodo mengenai rencana pemindahan IKN ke Kalimantan Timur.
"Tapi ini kan karena bersama, inisiatornya banyak, jadi kami ikuti aja sama kawan-kawan," kata Hatta.
Hatta menegaskan petisi tersebut digagas bukan semata-mata menolak pemindahan IKN dari Jakarta ke Kaltim. Pihaknya hanya mempersoalkan waktu pemindahan yakni 2022 hingga 2024.
"Ini kan tidak soal menolak, tapi soal waktu saja. Kan tidak eksplisit kami tidak mau pindah, tidak. Hanya soal timing, karena banyak masalah besar yang kita hadapi," kata Hatta.
Di mana kata Hatta, saat ini banyak masalah besar yang sedang dihadapi Indonesia. Yaitu, pandemi Covid-19, utang yang membengkak, dan lainnya.
"Soal Covid, soal anggaran negara yang sedang pusing, utang yang membengkak, kewajiban cicil utang kan banyak, masa mau bikin utang-utang baru yang juga barangkali potensi menjadi mangkrak lagi," tandasnya.