• HOME
  • POLITIK
  • Pengamat: Lebih Mulia Tunda IKN Ketimbang Tunda Pemilu 2024

Pengamat: Lebih Mulia Tunda IKN Ketimbang Tunda Pemilu 2024


Laporan : Arkan Yasin
Kamis, 11 Agustus 2022 - 08:11

Dosen ilmu politik Universitas Nasional, Andi Yusran. /RMOL

Dosen ilmu politik Universitas Nasional, Andi Yusran, mengatakan, pemerintah tidak boleh menggunakan alasan minimnya dana untuk menunda Pemilu 2024.

"Jauh lebih mulia menunda proyek IKN dan atau proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, ketimbang menunda Pemilu 2024," kata Andi Yusran kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (10/08).

Menurut Andi, besarnya biaya Pemilu disebabkan sikap pemerintah yang tetap bertahan untuk menggunakan model pemilu konvensional. 

"Padahal sudah ada ide dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menggunakan sistem e-voting dalam Pemilu 2024," kata Andi.

Berdasarkan catatan Andi, Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi sudah menggagas sistem e-voting blockchain. Padahal dengan penerapan E-voting dapat menekan biaya.

Meski demikian, Andi Yusran menyadari bahwa tiadanya dukungan politik dari pemerintah tersebut membuat model konvensional yang padat modal menjadi keniscayaan.

"Pertanyaannya kemudian adalah dari mana dana menutupi pembiayaan penyelenggaraan Pemilu 2024 yang akan terus bertambah jelang hari H?" kata Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional ini. 

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :