• HOME
  • DUNIA
  • Pengadilan Jerman Hukum Seumur Hidup Mantan Perwira Intelijen Suriah

Pengadilan Jerman Hukum Seumur Hidup Mantan Perwira Intelijen Suriah


Laporan : Sultan Nabil Herdiatmoko
Kamis, 13 Januari 2022 - 20:53

Mantan perwira intelijen Suriah, Anwar Raslan./Dok

Pengadilan Tinggi Regional Koblenz, Jerman pada Kamis (13/1), menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada mantan perwira intelijen Suriah, Anwar Raslan.

Raslan yang bekerja di dinas keamanan Bashar al-Assad dinyatakan ia terbukti secara nyata mengawasi pembunuhan sedikitnya 27 orang dan penyiksaan terhadap sedikitnya 4.000 tahanan di fasilitas penahanan di Damaskus.

Raslan, adalah mantan kolonel yang setia kepada rezim Assad yang kemudian membelot dan mendapatkan suaka di Jerman pada tahun 2014.

Polisi Kriminal Federal Jerman mulai menyelidiki Raslan pada tahun 2017. Raslan menggambarkan perannya dalam aparat keamanan Suriah secara rinci selama wawancara dengan polisi Stuttgart, yang diduga untuk membantu penyelidikan mereka terhadap petugas lain.

Raslan kemudian ditangkap pada Februari 2019 dan dijadikan tahanan sampai pengadilan ini terjadi.

Putusan tersebut mencantumkan kejahatan Raslan terhadap HAM yang mencakup 25 kasus penyiksaan yang berbahaya, dua kasus pemerkosaan dan pemaksaan seksual, dua kasus pelecehan seksual, 14 kasus perampasan kebebasan yang berlangsung lebih dari seminggu, dan dua kasus penculikan.

Keputusan itu adalah pertama kalinya seorang pejabat senior pemerintah Assad dihukum karena kejahatan terhadap kemanusiaan di Suriah, dan disambut sebagai langkah simbolis menuju keadilan oleh para penyintas penyiksaan.

“Hari ini, putusan ini penting bagi semua warga Suriah yang telah menderita dan masih menderita akibat kejahatan rezim Assad. Ini menunjukkan kepada kita bahwa keadilan harus dan tidak boleh tetap menjadi mimpi bagi kita,” kata Ruham Hawash, mantan tahanan di fasilitas penahanan al-Khatib – yang diawasi Raslan sebagai komandan antara 29 April 2011 dan 7 September 2012 – dan penggugat kasus ini.

Raslan memprotes gugatan tersebut, dengan alasan dia diam-diam memendam simpati untuk oposisi Suriah dan mencoba mendukung tujuannya setelah membelot.

Raslan melarikan diri ke Yordania pada 2012 dan pada 2014 diberikan suaka atas dasar kemanusiaan di Jerman, di mana dia mengatakan dia tidak berusaha menutupi masa lalunya.

Seorang saksi, pengusaha Suriah dan pembangkang politik Riad Seif, membenarkan di depan pengadilan bahwa ia telah membantu upaya Raslan untuk memasuki Jerman pada tahun 2014 dengan visa yang dikeluarkan oleh kedutaan Jerman di Amman.

Seif mengatakan dia telah mendukung Raslan yang membelot dengan harapan mendapatkan informasi berharga yang berkaitan dengan nasib pembangkang politik lainnya di dalam tahanan al-Khatib.

Namun, Raslan gagal menyampaikan hal yang diminta Seif, sehingga Seif setuju untuk menjadi saksi atas kejahatan yang dilakukan Raslan selama dirinya di Suriah.

"Kami tidak mendapat apa-apa dari Anwar Raslan, tidak sepatah kata pun," ujar Seif.

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :