• HOME
  • DUNIA
  • Pasca Kunjungan Presiden Israel, Knesset Optimis Bangun Hubungan Bilateral dengan Turki

Pasca Kunjungan Presiden Israel, Knesset Optimis Bangun Hubungan Bilateral dengan Turki


Laporan : Sultan Nabil Herdiatmoko
Minggu, 13 Maret 2022 - 18:31

Presiden Israel, Isaac Herzog  bertemu Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, Rabu (9/3) lalu./Net

Sejumlah politikus Israel menyambut gembira mulai mencairnya hubungan negara itu dengan Turki setelah bertahun-tahun “beku” akibat peristiwa Gaza 2010.

Pertemuan Presiden Israel, Isaac Herzog  dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, Rabu (9/3) lalu, adalah pertemuan pertama pemimpin kedua negara dalam 14 tahun terakhir.

Wakil Ketua Knesset (Parlemen Israel), Ghaida Rinawie Zoabi mengatakan, hubungan bilateral antara Turki dan Israel telah mencair dengan cepat, pasca peristiwa terbunuhnya 9 aktivis kemanusiaan Turki yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza oleh tentara Israel tahun 2010 lalu.

“Kami sangat bercita-cita untuk melanjutkan apa yang (terhenti) beberapa tahun sebelumnya dalam hal kerjasama dan kemitraan, terutama di bidang pariwisata, perdagangan dan ekonomi,” ujar Zoabi dalam wawancara eksklusif dengan Daily Sabah, Minggu (13/3).

Zoabi sangat optimis tentang perubahan positif hubungan Israel dan Turki. Ia  mengatakan, kunjungan  dan pertemuan Presiden Israel dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan membuahkan hasil sangat positif.

“Saya pikir juga kunjungan menteri luar negeri Turki (ke Israel) akan menjadi langkah yang disambut baik,” ujar Zoabi.

Sebelum melakukan lawatan bersejarah itu, Presiden Israel mengakui hubungan negaranya dengan Turki mengalami pasang surut. Ia akan mencoba untuk  memulai kembali hubungan dan membangunnya dengan cara yang terukur dan hati-hati, dan dengan saling menghormati.

Sementara Turki menyatakan, tidak akan ada perubahan pada posisi mereka terhadap Palestina, meskipun ada upaya normalisasi hubungan dengan Israel.

Turki dan Israel saling menarik pulang duta besarnya pada tahun 2010, setelah pasukan Israel menyerbu kapal pembawa bantuan kemanusian yang hendak menuju Gaza Palestina. Serbuan itu mengakibatkan kematian 9 aktivis Turki.

Hubungan Turki Israel kembali memburuk tahun 2018 ketika Amerika Serikat memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerussalem. Turki sekali lagi memanggil pulang duta besarnya, yang ditanggapi Israel dengan cara yang sama.

Namun, hingga saat ini kedua negara itu belum menempatkan kembali duta besar mereka.

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :