Pak Jokowi, Turun Pun Harus Ada Caranya


Laporan : RMOLNETWORK
Minggu, 6 Maret 2022 - 14:44

Politisi Demokrat Andi Arief./Net

Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Andi Arief berkomentar soal silang pendapat terkait penundaan Pemilu 2024 yang akan berdampak pada perpanjangan masa jabatan presiden. Baginya, akar dari masalah itu sepenuhnya ada pada keputusan Presiden Joko Widodo.

Menurut Andi Arief, jika Presiden Jokowi menyampaikan sikap tegas menolak, maka wacana itu tidak akan berkembang lagi ke permukaan. Akan tetapi, jika sikap Jokowi mengambang seperti saat ini, maka rakyat bisa memaknai Jokowi setuju pemilu ditunda.

Seperti diketahui, berbicara kepada Kompas.id Sabtu (5/3), Jokowi menyatakan dirinya bakal patuh pada konstitusi atau UUD 1945.

"Kita bukan hanya taat dan tunduk, tetapi juga patuh pada konstitusi," katanya tegas di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/3).

Jokowi selanjutnya menyatakan, wacana penundaan pemilu tidak bisa dilarang. Sebab, hal itu bagian dari demokrasi.

"Siapa pun boleh-boleh saja mengusulkan wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden, menteri atau partai politik, karena ini kan demokrasi. Bebas aja berpendapat. Tetapi, kalau sudah pada pelaksanaan semuanya harus tunduk dan taat pada konstitusi," ujarnya.

Pernyataan ini terkesan lebih lunak, dari sikap Jokowi sebelumny, ketiga dulu juga mengemuka usulan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Saat itu, Jokowi bilang, dirinya melihat ada tiga motif dibalik orang   yang mengusulkan itu. Pertama, ingin mencari muka,  kedua ingin menampar mukanya dan ketiga, berniat hendak menjerumuskannya. Sekarang, Jokowi bilang bebas saja pihak  manapun yang mengusulkan karena itu hak demokrasinya. 

“Persoalan sebenernya soal masa jabatan presiden ada pada Pak Jokowi,” tegas Andi Arief lewat akun Twitter pribadinya, Minggu (6/3).

Menurut Andi Arief, selama ini Jokowi hanya berpikir bagaimana mempersiapkan diri menjadi seorang presiden. Sementara di sisi lain, Jokowi lupa mempersiapkan cara bagaimana seorang presiden kembali menjadi rakyat biasa.

“Hanya mempersiapkan bagaimana naik, lupa bahwa turun pun harus ada caranya,” ujarnya.

Andi Arief mengingatkan, bahwa mendukung penundaan pemilu akan menjadi pilihan yang terburuk. Sebab, pilihan itu menabrak konstitusi yang berlaku.

“Kesulitan untuk turun di 2024 menjadi soft landing. Pilihan menabrak konstitusi bukan pilihan terbaik pak,” tutupnya.

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :