• HOME
  • DUNIA
  • Momentum Imlek dan Olimpiade, China Gencarkan Kampanye Yuan Digital

Momentum Imlek dan Olimpiade, China Gencarkan Kampanye Yuan Digital


Laporan : Sultan Nabil Herdiatmoko
Jumat, 7 Januari 2022 - 22:31

Yuan digital./net

Pemerintah Cina semakin gencar menggelar kampanye untuk meyakinkan warganya akan penggunaan yuan digital (e-CNY). Promosi mata uang digital makin gencar terutama menjelang tahun baru Imlek dan Olimpiade Musim Dingin di Beijing yang akan dimulai awal Februari 2022.

Dalam blueprint kebijakan yang dirilis pada hari Kamis (6/1), Dewan Negara, Kabinet Cina, mengatakan akan mendorong penggunaan e-CNY dalam transaksi ritel, pembayaran tagihan utilitas, dan layanan administrasi.

Pemerintah Cina, yang telah melarang penggunaan cryptocurrency, telah berusaha untuk merakit mata uang digital yang konkrit  sejak 2014. e-CNY bukanlah mata uang kripto. Mata uang digital ini dikembangkan oleh People's Bank of China (PBOC) untuk menggantikan uang kertas dan koin.

e-CNY bukanlah bentuk pembayaran yang terdesentralisasi dan tidak akan beroperasi di blockchain layaknya cryptocurrency.

Kampanye penggunaan e-CNY semakin terlihat nyata dari beberapa skenario yang ditawarkan beberapa hari terakhir. WeChat Pay dari Tencent Holdings, pada Kamis (6/1), telah membuka opsi pelanggan untuk membayar dengan e-CNY. Sementara Alipay telah memasukkan fungsi tersebut sejak Mei tahun lalu.

“Konsumen di Cina rata-rata menggunakan WeChat Pay dan Alipay, tidak realistis untuk meyakinkan mereka untuk beralih ke aplikasi pembayaran seluler baru. Jadi masuk akal bagi bank sentral untuk bekerja sama dengan WeChat Pay dan Alipay daripada melakukannya sendiri,” kata Linghao Bao, analis di konsultan Trivium Cina, seperti dikutip CNBC, Jumat (7/1).

Bukan hanya Tencent dan Alibaba, pihak Google dan Apple pun turut berpartisipasi dalam kampanye ini dengan memberikan opsi kepada warga Cina untuk membayar aplikasi smartphone dan e-payment via e-CNY sejak,  Senin (4/1).

Saat ini, penggunaan aplikasi e-CNY terbatas pada kota-kota uji coba seperti Shenzhen, Suzhou, Xiongan, Chengdu, Shanghai, Hainan, Changsha, Xian, Qingdao, Dalian dan Beijing.

Demi menarik semakin banyak pengguna e-CNY,  beberapa otoritas lokal telah memberikan uang elektronik melalui lotere. Pada Oktober 2020, Shenzhen mengeluarkan 50.000 amplop merah digital yang masing-masing berisi 200 yuan digital. Dua bulan kemudian, Suzhou menawarkan total 20 juta yuan digital kepada 100.000 penduduk.

Menurut data Reuters, per Oktober 2021, Sekitar 140 juta orang telah membuka "dompet" untuk uang digital ini. Adapun kapitalisasi transaksi uang digital China ini  telah mencapai sekitar 62 miliar yuan (sekitar 139 trilliun rupiah).

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :