• HOME
  • EKONOMI
  • Masyarakat Indonesia Diajak Mulai Membiasakan Halal Lifestyle

Masyarakat Indonesia Diajak Mulai Membiasakan Halal Lifestyle


Laporan : Arkan Yasin
Jumat, 17 Juni 2022 - 07:55

Ketua PERSAMI Siti Nur Azizah Ma’ruf dalam acara Seminar Nasional bertajuk “Penguatan Ekosistem Jaminan Produk Halal Indonesia dalam Menghadapi Kompetisi Global”. /Repro

Masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam diajak untuk mulai membiasakan gaya hidup halal atau halal lifestyle. Ajakan itu disuarakan Persatuan Saudagar Muslimah Indonesia (PERSAMI). 

"Sebab Halal Lifestyle itu sendiri didasarkan pada prinsip-prinsip syariah dan juga mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari," kata Ketua PERSAMI Siti Nur Azizah Ma’ruf dalam acara Seminar Nasional bertajuk Penguatan Ekosistem Jaminan Produk Halal Indonesia dalam Menghadapi Kompetisi Global yang diselenggarakan oleh Program Studi Doktor Perbankan Syariah FEB UIN Jakarta bekerja sama dengan PERSAMI secara hybrid, Kamis (16/06).

Menurut Siti Nur Azizah Ma'ruf, secara perlahan tapi pasti Indonesia akan menjadi pusat halal dunia dan pusat ekonomi syariah dunia.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menumbuhkan kesadaran bersama Lifestyle Halal dalam rangka memperkuat ekosistem jaminan produk halal Indonesia. Tujuannya tentu kita ingin Indonesia sebagai negara yang mayoritas muslim ini bisa menjadi pusat halal dunia dan pusat ekonomi keuangan syariah dunia,” kata putri Wakil Presiden Maruf Amin ini.

“Mari kita bergandengan tangan bersama-sama mewujudkan niat baik ini yang menjadi cita-cita kita bersama. Semoga Allah meridhoi,” kata dia.

Azizah meyakini, target itu akan tercapai jika melihat animo masyarakat muslim di Indonesia. Menurut dia, kesadaran masyarakat atas produk halal terus mengalami peningkatan. Berdasarkan laporan The State of Global Islamic Economic Report tahun 2019-2020 Indonesia berada di peringkat pertama untuk konusmen makanan halal. Lalu, peringkat kedua konsumen kosmetik halal dan peringkat keempat untuk konsumen obat-obatan halal.

“Ini sejalan dengan data peningkatan sertifikasi produk halal.
Produk halal memberikan kepastian hukum kepada konsumen yang mengonsumsi halal lagi baik,” kata dia.

Puteri keempat pasangan Maruf Amin dan Hj Siti Churiyyah ini mengatakan, halal dalam lifestyle bukan hanya soal makanan minuman semata namun juga meliputi semua hal perilaku keseharian yang sesuai dengan hukum Syariat.

Halal Lifestyle sangat berkorelasi dengan perilaku mengkonsumsi. Konsumsi sendiri aktivitas sepanjang hayatnya manusia. Tentu dengan mempertimbangkan makna dan tujuan konsumsi di dalam Islam. “Tujuannya adalah untuk ibadah dan HAM,” kata dia.

QS Al-Maida Ayat 88 disampaikan bahwa Allah memerintahkan kita untuk memakan makanan yang halal lagi baik. Selain itu, masih kata Azizah, QS Al-Baqarah Ayat 168 dijelaskan bahwa mengonsumsi makanan halal dan baik sifatnya sangat universal (semua manusia). Tidak hanya jasmani tapi juga ukhrowi karena akan berdampak pada perilaku manusia.

“Tentu ada nilai kemaslahatan mengkonsumsi halalan thayyibah itu,” pungkas dia.

Hadir secara fisik dan virtual narasumber lain dalam acara tersebut antara lain; Staf Ahli Menteri Perindustrian, Andi Rizaldi, Pakar Halal Sains Internsional Irwandi Jaswir, Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham, Sekretaris Dewan Halal Nasional MUI/ Dosen S3 FEB UIN Jakarta Nadratuzzaman Hosen.

Kemudian, Pelaku Industri Halal Ana Mariana, Ketua Dewan Serat Indonesia Euis Saedah, CEO PT Gaido Group Muhammad Hasan Gaido, dan Chairman Of Allisya Circle, Shanty Laksono.

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :