Maaf, Publik Tak Setuju Ide Presiden Tiga Periode


Laporan : RMOLNETWORK
Minggu, 9 Januari 2022 - 20:43

Ilustrasi/Net

Tidak ada perkembangan signifikan dan dukungan publik terkait isu perpanjangan masa jabatan presiden sejak bulan September 2021 hingga Januari 2022.

Hasil survei terbaru kembali menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia tidak setuju dengan ide perpanjangan masa jabatan presiden selama tiga periode.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi saat menyampaikan hasil survei bertema "Survei Indikator: Pemulihan Ekonomi Pasca-Covid, Pandemic Fatigue, dan Dinamika Elektoral Jelang Pemilu 2024", Minggu (9/1).

“Kalau lihat data tren bulan September 2021, yang setuju perpanjangan masa jabatan presiden hanya 23 persen. Tapi seiring dengan perbaikan kondisi sekarang, yang setuju masa jabatan diperpanjang meningkat di dua survei terakhir 33,4 persen,” kata Burhanuddin.

Namun saat disisir lebih dalam, dari responden yang mengetahui isu perpanjangan tiga periode, mayoritas menyatakan ketidaksetujuannya dengan usulan tersebut.  Tingkat persetujuan dari responden yang tahu isu Presiden tiga periode cenderung lebih rendah, yakni sebanyak 28,8 persen, dibandingkan yang tidak tahu 37,6 persen.

“Jadi mohon maaf buat para pendukung usulan tiga periode, semakin masyarakat tahu usulan tersebut, semakin mereka tidak mau mendukung," jelas Burhanuddin.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan total responden 2020 dengan jumlah basis sebanyak 1.220 orang tersebar secara proporsional di 34 provinsi.

Survei dilakukan melalui wawancara secara tatap muka dengan margin of error sebanyak 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :