• HOME
  • DUNIA
  • Lula da Silva Jadi Presiden, Hubungan Bilateral Brasil-AS Diprediksi Membaik

Lula da Silva Jadi Presiden, Hubungan Bilateral Brasil-AS Diprediksi Membaik


Laporan : Arkan Yasin
Selasa, 1 November 2022 - 10:12

Lula da Silva memberikan pidato setelah kemenangannya dalam pemilihan presiden Brasil pada Minggu, 30 Oktober 2022. /Net

Hubungan bilateral negara Brasil dengan Amerika Serikat (AS) diprediksi akan semakin menguat pasca terpilihnya Presiden baru Brasil Lula da Silva.

Presiden terpilih Lula da Silva pada Minggu (30/10), mengucapkan janji untuk meningkatkan kerja sama internasional dan melestarikan hutan hujan Amazon.

Menurut mantan Sekretaris Perdagangan Luar Negeri Brasil, Abrao Neto, bahwa kepemimpinan Lula yang baru akan membawa perubahan substansial pada kebijakan lingkungan negara itu.

"Jika Lula berpegang pada komitmennya tersebut, maka di masa jabatan ketiganya ini ia akan mampu meningkatkan citra eksternalnya untuk menjalin hubungan dengan berbagai negara termasuk Amerika Serikat," kata dia seperti dimuat Reuters.

Neto mengatakan, hubungan yang dijalin AS dan Brasil selama ini terus didorong oleh kepentinga bersama yang pragmatis. Sehingga perlu bagi keduanya untuk membangun kerjasama ekonomi yang tidak hanya menguntungkan tetapi juga berkelanjutan.

"Sikap baru dari pemerintah Brasil tentang perubahan iklim dan masalah lingkungan lainnya mungkin menawarkan jalan yang lebih luas untuk kerjasama bilateral dengan dampak positif bagi hubungan politik dan ekonomi secara keseluruhan dengan AS," jelas Neto.

Lula mengklaim jika deforestasi meningkat setiap tahun sejak Bolsonaro mengambil alih kekuasaan.

Untuk itu dirinya akan menghentikan kebijakan pengembangan Bolsonaro dengan membuat regulasi yang dapat melindungi Amazon dari para peternak, pencari tambang, dan penebang ilegal.

Lula berjanji untuk mengemban misi nol deforestasi tetapi akan puas jika pemerintahnya dapat menurunkan deforestasi sebesar 83 persen seperti yang terlihat di bawah Lula dan Dilma antara tahun 2003 dan 2014.

“Alih-alih menjadi pemimpin dunia dalam deforestasi, kami ingin menjadi juara dunia dalam menghadapi krisis iklim dan pembangunan sosial dan lingkungan,” kata Lula.

“Dengan begitu kita akan memiliki makanan sehat di piring kita, udara bersih untuk bernafas dan air untuk diminum, dan banyak pekerjaan berkualitas dengan investasi hijau," kata dia.

Otoritas pemilihan Brasil pada Minggu (30/10) mengumumkan jika Lula telah keluar sebagai pemenang dengan suara terbanyak  50,83% suara melawan saingannya, petahana sayap kanan Jair Bolsonaro dengan 49,17% suara.

Terpilihnya kembali Lula menandai comeback yang menakjubkan bagi seorang politisi yang pernah dipenjara atas tuduhan korupsi namun kasusnya dibatalkan oleh Mahkamah Agung tahun lalu.

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :