• HOME
  • DUNIA
  • Kurangi Ketergantungan pada Cina, Tesla Gandeng Perusahaan Australia

Kurangi Ketergantungan pada Cina, Tesla Gandeng Perusahaan Australia


Laporan : Sultan Nabil Herdiatmoko
Minggu, 16 Januari 2022 - 23:24

Stasiun pengisian baterai milik Tesla./Net

Produsen mobil listrik Tesla Inc menjalin kesepakatan strategis dengan Syrah Resources Australia dalam pengadaan grafit, komponen utama untuk baterai mobil listrik. Analis menilai, kesepakatan ini menjadi langkah pertama Tesla  mengurangi ketergantungannya pada produsen China.

Perusahaan milik Elon Musk itu  menandatangani kesepakatan dengan Syrah Resources bulan lalu. Menjadi kemitraan unik antara produsen kendaraan listrik dan produsen mineral utama untuk baterai lithium-ion.  Syrah mengoperasikan salah satu tambang grafit terbesar di dunia, di Mozambik, Afrika selatan. Dengan kesepakatan itu, Tesla akan membeli grafit dari pabrik pengolahan milik Syrah di Vidalia, Louisiana.

Menurut kesepakatan, Tesla akan menyerap 80 persen dari apa yang diproduksi Syrah. Perusahaan ini menghasilkan  8.000 ton grafit per tahun. Dalam jual beli yang akan dimulai tahun 2025 ini, Syrah harus mampu memproduksi grafit yang memenuhi standar Tesla.

Simon Moores, dari Benchmark Mineral Intelligence, mengatakan kesepakatan itu adalah bagian dari rencana Tesla untuk meningkatkan kapasitasnya dalam membuat baterai sendiri. Sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada China, yang mendominasi pasar grafit global.

“Ini dimulai dari atas dengan geopolitik. AS ingin membangun kapasitas yang cukup di dalam negeri untuk dapat membangun (baterai lithium-ion) di AS. Dan kesepakatan ini akan memungkinkan Tesla untuk mendapatkan sumber grafit independen dari China,” ujar Moores kepada AP News, Minggu (16/1).

Tesla memproduksi hampir satu juta mobil listrik per tahun. Di tengah permintaan yang terus meningkat, sumber material baterai yang cukup menjadi kendala terbesarnya.

"Mereka telah meningkatkan kapasitas produksi baterai mereka sendiri. Tetapi tetap mereka tidak bisa mendapatkan material yang cukup," ujar Moores.

Industri baterai lithium telah menghadapi kekurangan pasokan grafit dalam beberapa bulan terakhir. Kelangkaan grafit terjadi karena setiap produsen-produsen besar berlomba masuk ke segmen kendaraan listrik.

Pabrik baterai baru yang sedang dibangun di Austin, Texas, akan memungkinkan Tesla untuk melepaskan ketergantungan. Tetapi, Moores meyakin, Tesla tetap membutukan baterai dari pabrikan lain.

Tambang grafit Syrah di Cabo Delgado, Mozambik mampu menghasilkan 350.000 ton grafit per tahun.

Analis e-mobilitas, Guidehouse Insights, Sam Abuelsamid mengatakan, Tesla sedang berupaya mengamankan bahan baku yang relatif langka untuk baterai karena permintaan untuk kendaraan listrik diyakini terus tumbuh. Grafit yang diproses di Louisiana, juga lebih dekat dengan pabrik Tesla di Texas.

Abuelsaid meyakini, kesepakatan itu tidak akan merugikan buat China. Pasalnya, China memiliki banyak pasar untuk grafitnya, termasuk produsen kendaraan listrik domestik.

Bagaimanapun, China dalah pasar global terbesar bagi kendaraan listrik.  Tesla memiliki pabrik raksasa di dekat Shanghai dan menjual 450 ribu kendaraan per tahun di China, melampaui penjualan di AS yang mencapai 350 ribu unit per tahun.

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :