Klasika: Bentrokan Upaya Alihkan Tujuan Aksi Omnibus Law

Direktur Klasika Ahmad Mufid/Foto Ist
Direktur Klasika Ahmad Mufid/Foto Ist

Aksi penolakan terhadap UU Omnibus Law Cipta Kerja  yang disahkan DPR RI l, Senin (5/10) diwarnai aksi penolakan oleh berbagai elemen masyarakat. Bentrokan yang terjadi bisa mengalihkan tujuan utama aksi.


Di Lampung, Rabu (7/10), ribuan mahasiswa bergabung dalam Aksi Aliansi Lampung Memanggil aksi ke DPRD Lampung. Mereka ingin menyampaikan penolakannya kepada para wakil rakyat.

Aparat siaga bahkan membelokade massa masuk halaman Gedung Dewan. Mahasiswa dan aparat pun bentrok. Sedikitnya, ada dua mahasiswa korban luka-luka. 

Melihat hal itu, Direktur Klasika Ahmad Mufid mengatakan, bentrok merupakan upaya meredam gerakan.

Ia berharap seluruh elemen dalam gerakan tetap fokus dengan grand isu ihwal penolakan Omnibus Law.

Menurutnya, bentrokan yang terjadi di sejumlah daerah berpotensi mengalihkan fokus gerakan. Akibatnya bisa  melemahkan gerakan yang telah diakomodir.

"Jangan sampai fokus gerakan kita terpecah, fokus kita adalah agar UU Omnibus Law yang telah disahkan dicabut," kata dia, Kamis (8/10).

Lelaki yang akrab disapa Bemol itu juga mengecam tindakan represif yang dilakukan oleh pihak aparat. Ia meminta agar aparat tetap memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masa aksi, agar tidak terjadi benturan dan kericuhan. 

"Dalam menghadapi massa aksi, aparat harus tetap melakukan sesuai SOP. Jangan sampai ada korban yang berjatuhan dan menambah catatan buruk bagi demokrasi di Indonesia," kata dia.