• HOME
  • DUNIA
  • Khamenei: Keinginan Melucuti Nuklir Iran, Sikap Naif dan Keliru

Khamenei: Keinginan Melucuti Nuklir Iran, Sikap Naif dan Keliru


Laporan : Sultan Nabil Herdiatmoko
Jumat, 11 Maret 2022 - 14:10

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei ./Net

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, Iran tidak akan tunduk pada tekanan untuk mengurangi kekuatan pertahanannya, kehadiran regional dan kemajuan dalam teknologi nuklirnya.

Khamenei mengatakan, saran untuk mengurangi kekuatan pertahanan Iran untuk menenangkan hati musuh (Barat dan Israel), tidak lebih dari sikap yang naif dan keliru.

“Seiring waktu, proposal yang cacat ini telah dibantah, tetapi jika tidak, Iran sekarang akan menghadapi ancaman besar,” ujar Khamenei dalam pidato di televisi pemerintah, seperti dikutip Reuters pada Kamis (10/3).

“Kehadiran regional memberi kita kedalaman strategis dan lebih banyak kekuatan. Mengapa kita harus menyerah? Kemajuan ilmiah di bidang nuklir terkait dengan kebutuhan masa depan kita, dan jika kita menyerah, akankah ada yang membantu kita di masa depan?” dia menambahkan.

Iran, yang melihat Amerika Serikat dan Israel sebagai musuh utamanya, saat ini berada dalam tahap akhir pembicaraan dengan kekuatan dunia untuk menghidupkan kembali Perjanjian Nuklir Iran 2015 atau JCPOA. Jika kesepakatan dicapai, Amerika akan mencabut sanksi sebagai imbalan atas pembatasan program nuklir Iran.

Akan tetapi Israel dan sejumlah negara-negara Teluk Arab yang bermusuhan dengan Iran melihat kesepakatan JCPOA sebagai ancaman. Mereka khawatir dilonggarkannya sanksi terhadap Iran akan meningkatkan dukungan terhadap proxy Iran di kawasan Timur Tengah dengan menggunakan dana dari ekonomi yang baru dibebaskan dari sanksi.

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :