• HOME
  • DUNIA
  • Ditugaskan Amankan Kunjungan Biden di Korsel, 2 Agen Rahasia AS Malah Berantem di Bar

Ditugaskan Amankan Kunjungan Biden di Korsel, 2 Agen Rahasia AS Malah Berantem di Bar


Laporan : Arkan Yasin
Sabtu, 21 Mei 2022 - 15:24

Presiden Joe Biden diapit agen Secret Service, terlihat tiba di Korea Selatan, Jumat (20/05). /Net.

Dua orang agen Dinas Rahasia Amerika Serikat (AS) yang bertugas untuk membantu mempersiapkan kunjungan Presiden AS malah terlibat pertengkaran di sebuah bar di Korea Selatan (Korsel).

Akhirnya dua agen rahasia tersebut dipulangkan, bahkan sebelum panglima tertinggi AS (Joe Biden) tiba di Korsel.

AFP melaporkan, kedua agen tersebut diduga terlibat dalam pertengkaran saat mabuk di sebuah bar di Seoul saat tidak bertugas, Kamis dini hari (19/05) waktu setempat. 

Seorang dari mereka diduga menyerang sopir taksi di luar hotel Grand Hyatt, tempat Joe Biden akan menginap.

Polisi Korea Selatan mengatakan kepada Reuters, satu agen dinas rahasi AS ditangkap, tetapi seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan dia hanya diselidiki.

"Dinas Rahasia mengetahui insiden di luar tugas yang melibatkan dua karyawan yang mungkin merupakan potensi pelanggaran kebijakan," kata juru bicara agensi Anthony Guglielmi dalam sebuah pernyataan.

“Orang-orang itu akan segera dikembalikan ke pos tugas mereka dan ditempatkan pada cuti administratif. Tidak ada dampak pada perjalanan yang akan datang," kata dia.

Kedua pria itu, yang diidentifikasi hanya sebagai agen khusus dan spesialis keamanan, adalah bagian dari tim pendahulu Biden. Mereka dilaporkan dipulangkan pada Jumat, tak lama sebelum kedatangan presiden AS di Seoul untuk memulai perjalanan lima hari ke Asia.

Laporan media tidak memberikan indikasi bagaimana pertengkaran dengan sopir taksi dimulai. CBS News mengatakan, Secret Service akan menyelidiki apakah kedua agen itu mabuk pada saat kejadian, dari pada menyelidiki dugaan penyerangan tersebut.

“Kami memiliki protokol dan kebijakan yang sangat ketat untuk semua karyawan, dan kami menjunjung tinggi standar profesional tertinggi,” kata Guglielmi.

“Mengingat ini adalah masalah personel administrasi yang aktif, kami tidak dalam posisi untuk berkomentar lebih lanjut," ujar dia.

Kasus di Seoul bukan skandal pertama yang melibatkan Dinas Rahasia, yang bertanggung jawab untuk melindungi para pemimpin AS saat ini dan mantan serta keluarga mereka.

Pada tahun 2014, tiga agen yang membantu mempersiapkan kunjungan Presiden Barack Obama ke Amsterdam dikirim kembali ke AS setelah malam minum-minum. Salah satu agen ditemukan pingsan di lorong hotelnya.

Sebelumnya pada 2012, sebanyak 11 agen Secret Service dipulangkan dari Kolombia karena dugaan "pelanggaran". Termasuk pesta mabuk dan permintaan wanita penghibur. Para agen tersebut ditugaskan untuk memastikan keamanan Obama di KTT Amerika di Cartagena.

Insiden itu terungkap ketika salah satu wanita penghibur menolak untuk meninggalkan kamar hotel agen, setelah perselisihan soal pembayaran.

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :