• HOME
  • DUNIA
  • Diplomasi dengan Rusia Buntu, AS Utus Blinken ke Ukraina

Diplomasi dengan Rusia Buntu, AS Utus Blinken ke Ukraina


Laporan : Sultan Nabil Herdiatmoko
Rabu, 19 Januari 2022 - 15:12

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken./Dok

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, pada Selasa (18/1), mengatakan akan mengunjungi Ukraina untuk bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. Kunjungan itu berlangsung di saat  kebuntuan diplomasi yang semakin meningkatkan ketegangan dengan Rusia.

Dilansir dari AP News, Blinken akan berada di Kyiv, Rabu (19/1), dalam perjalanan yang dirancang  untuk menunjukkan dukungan AS terhadap Ukraina. Pekan lalu, negosiasi AS dan Aliansi Eropa dengan Moskow menemui jalan buntuk akibat perbedaan pandangan yang mencolok dari kedua pihak.

“Perjalanan dan konsultasi Blinken adalah bagian dari upaya diplomatik untuk mengurangi ketegangan yang disebabkan oleh pembangunan militer Rusia dan agresi lanjutan terhadap Ukraina,” ujar Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan.

Pertemuan Blinken dengan Zelenskyy dan Menlu Ukraina Dmytro Kuleba ditujukan untuk memperkuat komitmen AS terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina.

“Perjalanan itu mengikuti diplomasi ekstensif dengan Sekutu dan mitra Eropa kami tentang pendekatan terpadu untuk mengatasi ancaman yang ditimbulkan Rusia terhadap Ukraina dan upaya bersama kami untuk mendorongnya memilih diplomasi dan de-eskalasi demi kepentingan keamanan dan stabilitas,” sebut Deplu.

Menurut agenda,  Blinken juga akan berkunjung ke Berlin untuk bertemu dengan rekan-rekannya dari Jerman, Inggris, dan Prancis guna membahas kemungkinan tanggapan terhadap setiap tindakan militer Rusia.

Rusia telah memusatkan  sekitar 100 ribu tentara dengan tank dan senjata berat lainnya di dekat perbatasan Ukraina. Yang menimbulkan kekhawatiran Eropa dan Amerika bahwa negara itu tengah menyiapkan sebuah invasi.

Kegagalan  pertemuan AS, NATO dengan Rusia pada pekan lalu, tampaknya telah meningkatkan ketakutan akan invasi Rusia. Amerika menuduh Rusia mempersiapkan ‘operasi bendera palsu’ yang digunakan sebagai dalih untuk intervensi. Rusia dengan marah membantah tuduhan itu.

Berbicara kepada wartawan, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menolak klaim AS sebagai disinformasi total. Lavrov menegaskan kembali bahwa Rusia mengharapkan tanggapan tertulis minggu ini dari AS dan sekutunya atas permintaan Moskow untuk jaminan yang mengikat bahwa NATO tidak akan merangkul Ukraina atau negara-negara bekas Soviet lainnya untuk menempatkan pasukan dan senjatanya di sana.

Presiden Rusia, Vladimir Putin telah memperingatkan bahwa Moskow akan mengambil ‘langkah-langkah teknis-militer’ yang tidak ditentukan jika Barat menghalangi tuntutannya.

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :