• HOME
  • DUNIA
  • Desak Barat Tanggapi Tuntutan, Rusia: Kami Tidak Akan Menunggu Tanpa Batas Waktu

Desak Barat Tanggapi Tuntutan, Rusia: Kami Tidak Akan Menunggu Tanpa Batas Waktu


Laporan : Sultan Nabil Herdiatmoko
Sabtu, 15 Januari 2022 - 11:49

Pasukan tank Rusia sedang berlatih di Rostov, kota yang berbatasan dengan Ukraina, Rabu (12/1). /Net

Rusia menuntut NATO untuk tidak memperluas kuasanya ke wilayah timur. Tidak mengerahkan pasukan ke Ukraina dan negara-negara bekas Soviet lainnya sebagai langkah awal upaya meredakan ketegangan fi Ukraina. Rusia ingin NATO dan Amerika menanggapi tuntutan itu segera.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Jumat(14/1), dengan tegas mengulangi permintaan itu meskipun ada penolakan oleh aliansi militer di tengah penumpukan pasukan Rusia di dekat Ukraina.

"Rusia tidak akan menunggu tanpa batas waktu untuk tanggapan Barat," kata Sergei Lavrov menambahkan.

Ia menegaskan, janji NATO untuk tidak memperluas atau mengerahkan pasukan ke Ukraina dan negara-negara bekas Soviet lain sebagai hal yang penting untuk kemajuan upaya diplomatik dalam meredakan ketegangan yang meningkat di Ukraina.

Rusia menyatakan, keberadaan pasukan dan persenjataan NATO di dekat perbatasannya menimbulkan tantangan keamanan yang harus segera diatasi.

"Kesabaran kami sudah habis. Barat telah memperburuk ketegangan, melanggar kewajiban dan akal sehatnya, itu merupakah sikap yang sangat angkuh," ujar Sergei.

Sergei mengatakan bahwa Rusia mengharapkan Washington dan NATO  memberikan tanggapan tertulis atas tuntutan negaranya itu pada minggu depan.

Rusia membantah berniat menyerang tetangga Ukraina. Namun, ia memperingatkan Barat bahwa ekspansi NATO ke Ukraina dan negara-negara bekas Soviet lainnya, adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar.

Rusia merebut Semenanjung Krimea tak lama setelah pemimpin Ukraina pro Moskow digulingkan  pada tahun 2014. Rusia juga dituding Barat mendukung pemberontakan separatis di Ukraina timur dimanalebih dari 14.000 orang telah tewas dalam kecamuk perang yang berlangsung hampir delapan tahun itu.

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :