Dapat Lampu Hijau, Dua KRI Uzur Segera Dilego


Laporan : RMOLNETWORK
Kamis, 27 Januari 2022 - 17:35

KRI Teluk Mandar 514./Net

Rencana Pemerintah untuk melego Kapal Perang Indonesia (KRI)  Teluk Mandar 514 dan KRI Teluk Penyu 513 karena dianggap sudah tidak layak pakai, mendapat lampu hijau dari parlemen.

Persetujuan diambil dalam rapat kerja Komisi I DPR bersama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Menkeu Sri Mulyani dan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono di Gedung DPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/1).

”Perihal permohonan persetujuan penjualan barang milik negara berupa kapal eks KRI Teluk Mandar 514 dan KRI 513 pada Kementerian Pertahanan dan dijalankan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Ketua Komisi I DPR RI, Meutya, seperti yang diberitakan Kantor Berita Politik RMOL.

Sementara itu, Menhan Prabowo mengaku senang mendapat dukungan politik dari Komisi I DPR RI terkait penjualan kapal tersebut. Mantan Danjen Kopassus ini juga berterima kasih karena kementerian terkait yang telah membantu rencana Kemhan menjual kapal.

“Kami merasa benar-benar dukungan politik yang sangat luar biasa. Kemudian kami juga harus melaporkan bahwa Menkeu dan Kemenkeu juga telah membantu dan telah mendukung rencana ini,” kata dia.

“Jadi memang kami harus akui bahwa Menkeu kita sangat hati-hati. Jadi memang kadang-kadang perjuangan sama keuangan cukup alot. Tapi saya kira itu tugas mereka. Kalau mereka tidak alot ya mungkin management keuangan kita tidak seperti sekarang.”

Dalam rapat itu, Prabowo blak-blakan mengungkap alasan penjualan kedua tersebut. Prabowo mengatakan, kondisi kapal yang sudah keropos dan beberapa alat navigasi tidak bisa digunakan. Prabowo mengatakan kedua KRI itu merupakan buatan Korea pada 1980.

Selain itu, kondisi mesin, listrik, dan peralatan navigasi yang tidak bisa digunakan lagi. Prabowo mengatakan tidak efisien jika diperbaiki.

"Permesinan, kelistrikan, peralatan navigasi komunikasi dan instrumen di anjungan sudah tidak bisa digunakan lagi. Kondisi platform tidak layak digunakan serta tidak efisien untuk diperbaiki atau di-replacement," tandas Prabowo.

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :