• HOME
  • HUKUM
  • Buron 8 Tahun, DPO Kasus Korupsi Pembangunan Jalan di Asahan Ditangkap

Buron 8 Tahun, DPO Kasus Korupsi Pembangunan Jalan di Asahan Ditangkap


Laporan : RMOLNETWORK
Minggu, 9 Januari 2022 - 00:27

FSN ditangkap Kejaksaan Tinggi Sumut setelah buron sejak tahun 2013/RMOLSumut

Kejaksaan Tinggi Sumatera (Kejatisu) Utara berhasil mengamankan, FSN, tersangka kasus korupsi pembangunan jalan di Asahan, Sumatera Utara. Pelarian FSN sejak 2013 berakhir ditangan tim tangkap buron Intelijen Kejatisu.

Seperti dikutip RMOLSumut, Asintel Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Dwi Setyo Budi Utomo mengatakan, FSN ditangkap pada Kamis (6/1) malam, sekitar pukul 21.00 WIB  di Komplek Perumahan Villa Karida Indah, Kota  di Medan.

"Terdakwa yang buron 8 tahun ini pada saat diamankan tidak ada perlawanan. Dan dibawa langsung ke kantor Kejati Sumut untuk kelengkapan administrasi untuk selanjutnya diserahkan ke Kejari Asahan," kata Dwi.

Tim Tabur telah melakukan pemantauan selama sepekan terakhir untuk memastikan keberadaan FSN.

Selama melarikan diri untuk menghindari pengejaran aparat, FSN kerap berpindah-pindah tempat tinggal. Ia pernah lari ke Kalimantan Barat, kemudian ke Tangerang. Dalam dua tahun terakhir, FSN  bekerja sebagai driver ojek online di Medan.

Dijelaskan Dwi lebih jauh, FSN ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Asahan yang melaksanakan kegiatan jasa konstruksi berupa peningkatan dengan hotmix ruas Jalan Pasar V-Pasar IV Ruas No.002 Kecamatan Kisaran Timur.

Anggaran proyek itu yang bersumber dari DAK TA 2013 dengan pagu anggaran sebesar Rp 690 juta. FSN adalah direktur CV Dewi Karya selaku perusahaan rekanan yang mengerjakan konstruksi jalan tersebut.

Berdasarkan audit BPKP Perwakilan Sumut, proyek tersebut telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 232 juta lebih.

Kasus ini kemudian diusut Kejaksaan Negeri Asahan. Namun FSN yang ditetapkan sebagai tersangka melarikan diri. Ia mangkir terhadap  3 kali panggilan pemeriksaan. Kejari Asahan menetapkan FSN sebagai DPO berdasarkan surat Kejari Asahan tanggal 4 Juli 2018 No : TAR-R-116/N.2.23/Dsp.1/07/2018.

Ditambahkan Dwi, dalam perkara ini, Kejari Asahan menetapkan 4 tersangka, dua tersangka sudah menjalani hukuman (B dan S), satu tersangka meninggal dunia (S) dan FSN ,  DPO yang akhirnya berhasil diamankan.

Tersangka FSN melanggar Pasal 2 ayat 1, Pasal 3 juncto Pasal 18 UU 3/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 KUHPidana.

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :