• HOME
  • DUNIA
  • Buntut Invasi Rusia, Harga Minyak Dunia Meroket Tembus Rekor 2014

Buntut Invasi Rusia, Harga Minyak Dunia Meroket Tembus Rekor 2014


Laporan : Sultan Nabil Herdiatmoko
Jumat, 25 Februari 2022 - 21:47

Ilustrasi./Net

Invasi Rusia ke Ukraina telah menyebabkan gangguan pada pasokan minyak dunia global. Pada Jumat (25/2), harga minyak bumi dunia telah melonjak hampir 3 persen.

Sebelumnya, pada Kamism saat dimulainya invasi pasukan Rusia, minyak dunia meroket melampaui 100 dolar AS per barel. Pertama kalinya sejak 2014.

Harga minyak  minyak mentah jenis Brent naik 2,8 persen, menjadi 101,99 dollar AS per barel pada Jumat. Sementara, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,6 persen, menyentuh level 95,64 dollar AS per barel.

Para analis pasar dunia mengatakan, harga minyak dunia masih dapat terus merangkak naik seiring berlanjutnya perang ini.

"Pembeli Asia, jelas gugup hingga akhir pekan, telah menumpuk minyak hari ini mengirim harga lebih tinggi sekali lagi, dibantu oleh laporan ledakan di Kyiv," kata Jeffrey Halley, analis pasar senior di OANDA, kepada Reuters.

Halley menilai, situasi yang terjadi di Ukraina akan menjaga harga minyak tetap tinggi. Kekhawatiran terhadap gangguan pasokan, permintaan yang kuat dan stok yang terbatas, akan membuat harga minyak dunia terus naik.

“Saya percaya minyak mentah Brent akan diperdagangkan dalam kisaran 90-110  dolar AS selama beberapa minggu ke depan," tambahnya.

Sementara itu analis Commonwealth Bank, Vivek Dhar mengatakan, pasar minyak dunia sangat rentan terhadap  guncangan pasokan mengingat stok minyak global berada di posisi terendah tujuh tahun terakhir.

Merujuk pada Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC),  Dhar mengatakan, kemampuan produksi minyak dan gas OPEC saat ini berada dibawah target  yang direncanakan berdasarkan kesepakatan dengan sekutu dan Rusia.

"Kapasitas cadangan minyak OPEC+ dipertanyakan karena pertumbuhan pasokan OPEC+ yang mengecewakan," jelas Dhar.

Sementara pemerintahan AS telah mengindikasikan kemungkinan akan melepaskan stok minyak strategis untuk mengatasi harga yang makin tinggi.

"Sejarah menunjukkan bahwa setiap penarikan pada stok minyak strategis kemungkinan hanya akan memberikan bantuan sementara dari harga minyak yang tinggi," pungkas Dhar.

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :