• HOME
  • POLITIK
  • Bertemu Surya Paloh Selama 5 Jam, Seakan Legowo, Prabowo: Tidak Usah Saya

Bertemu Surya Paloh Selama 5 Jam, Seakan Legowo, Prabowo: Tidak Usah Saya


Laporan : Arkan Yasin
Kamis, 2 Juni 2022 - 10:38

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menggelar jumpa pers usai bertemu 5 jam dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. /Net

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melakukan pertemuan selama 5 jam. Usai pertemuan tersebut kepada wartawan, Prabowo mengatakan, mengatakan, “tidak usah saya”.

Penyataan tersebut seakan menjadi sinyal bahwa Prabowo legowo untuk tidak memaksakan diri maju pada Pilpres 2024 mendatang. 

Prabowo yang sudah ikut dalam 3 gelaran pilpres terakhir seperti ingin mengambil peran sebagai king maker dengan memberikan kesempatan kepada sosok lain untuk menjadi calon presiden.

Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto, mengatakan, persamaan dan pertemanan yang lama dengan Surya Paloh, membuat Prabowo memiliki kesamaan komitmen kebangsaan.

Satyo menilai, pertemuan yang berlangsung sekitar 5 jam di Nasdem Tower, Jakarta, Rabu (01/06) dianggap bukan sekadar makan siang atau silaturahmi biasa, melainkan rangkaian safari politik yang dilakukan oleh Prabowo yang telah dilakukan sejak Idulfitri. 

Prabowo telah berkunjung ke pondok-pondok pesantren dan para kyai kharismatik Nahdlatul Ulama (NU).

"Namun sinyal bahwa 'tak harus Prabowo' menjadi sesuatu yang menarik untuk dianalisa, bahwa kapasitasnya untuk menjadi penentu keputusan dan sangat mungkin sebagai agregator terjadinya pusaran koalisi sangat mungkin dilakukan oleh Prabowo," kata Satyo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (02/06).

Menurut Satyo, jika saja opsi sebagai "king maker" diambil oleh Prabowo dan memberikan legasi calon presiden (capres) potensial kepada orang yang dianggap layak untuk diusung dengan kriteria yang disebutkannya, maka terdapat beberapa nama yang cocok.

"Maka jika kita berimajinasi tidak berlebihan kiranya bisa saja yang dimaksud oleh Prabowo mungkin saja, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, ataupun Rizal Ramli," kata Satyo.

Bukan tanpa alasan, Satyo membeberkan alasannya menyebut ketiga nama tersebut. Di mana, Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta saat ini dianggap sebagai salah satu jawara elektabilitas. 

Apalagi, Partai Nasdem termasuk yang paling awal mem-branding Anies sebagai salah satu capres yang akan diusulkan.

Sementara Rizal Ramli selaku ekonom senior, kata Satyo, memenuhi kriteria pengalaman dan kepakaran sebagai teknokrat mumpuni. Tidak hanya itu, pria yang akrab disapa RR tersebut juga punya kedekatan khusus dengan Prabowo. Bahkan ide-ide ekonomi kerakyatan mantan Menteri Perekonomian era Gus Dur ini sempat dijadikan rujukan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 lalu.

Sedangkan Sandiaga Uno yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, adalah kader Gerindra yang sudah teruji loyalitasnya. Sandi juga sempat jadi pendamping Prabowo pada pilpres 2019.

"Sandiaga memenuhi kriteria sebagai calon pemimpin yang memiliki kapasitas di bidang ekonomi kreatif dan kerakyatan," pungkas Satyo.

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :