• HOME
  • DUNIA
  • AS Upayakan Taiwan Kembali menjadi Pengamat di Pertemuan WHO

AS Upayakan Taiwan Kembali menjadi Pengamat di Pertemuan WHO


Laporan : Sultan Nabil Herdiatmoko
Minggu, 3 April 2022 - 20:48

Kantor WHO./Net

Amerika Serikat berusaha untuk mengembalikan posisi Taiwan sebagai pengamat di pertemuan  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Mei  mendatang.

Pejabat AS dan Taiwan telah bertemu dan membicarakan perluasan partisipasi internasional Taiwan. Termasuk peluang pemerintahan pulau yang diakui China sebagai bagian dari provinsi yang memberontak itu, untuk hadir dalam pertemuan  organisasi PBB lainnya.

Seperti diberitakan South Morning China Post, Sabtu (2/4), Departemen Luar Negeri AS mengatakan, bahwa pertemuan itu berlangsung di Washington antara diplomat tingkat tinggi termasuk asisten sekretaris untuk urusan organisasi internasional Michele J. Sison dan duta besar AS de facto Taiwan Hsiao Bi-khim.

“Diskusi ini berfokus pada peluang partisipasi Taiwan sebagai pengamat di Majelis Kesehatan Dunia pada Mei dan ke depannya mungkin, partisipasi Taiwan di Organisasi Penerbangan Sipil Internasional,” sebut Deplu AS dalam sebuah pernyataan.

Deplu AS mengatakan, pertemuan itu juga membahas kontribusi Taiwan melalui keanggotaannya di forum multilateral lainnya.

“Semua peserta menyadari pentingnya bekerja sama dengan semua orang yang berbagi keprihatinan kami mengenai upaya untuk mengecualikan Taiwan dari kontribusi keahlian, sumber daya, dan energi, kepada komunitas internasional,” tambah mereka.

Kelompok Tujuh (G7) telah mendukung ajakan AS untuk menginklusikan partisipasi Taiwan di WHO.

Taiwan diblokade dari sebagian besar organisasi global, demi menghormati konsensus “politik satu China” yang diusung Beijing dalam setiap hubungan kerjasama dengan negara lain. China memandang Taiwan adalah bagian dari provinsinya yang memberontak. 

Pada kurun 2009 - 2016, Taiwan pernah duduk sebagai pengamat di WHO. Partisipasinya diblokir China setelah Tsai Ing-wen memenangkan pemilihan Presiden. Tsai yang kerap menyuarakan kemerdekaan Taiwan dianggap China sebagai separatis.

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :