• HOME
  • DUNIA
  • 70 Situs Pemerintah Ukraina Diretas, Tampilkan Pesan yang Menebar Ketakutan

70 Situs Pemerintah Ukraina Diretas, Tampilkan Pesan yang Menebar Ketakutan


Laporan : Sultan Nabil Herdiatmoko
Jumat, 14 Januari 2022 - 21:53

Tampilan situs pemerintah Ukraina yang terkena serangan siber./Net

Sekitar 70  situs pemerintah Ukraina mendapat serangan siber masif pada Jumat sore (14/1). Tampilan laman pemerintah itu diubah para hacker dengan menampilkan pesan yang menebar ketakutan.

Serangan siber itu terjadi beberapa jam setelah pembicaraan ditutup antara Rusia dan Sekutu Barat berakhir tanpa terobosan berarti. Kebuntuan itu memunculkan kekhawatiran Moskow akan meluncurkan serangan militer  ke Ukraina, seperti yang pernah terjadi pada tahun 2014 lalu.

"Ukraina! Semua data pribadi Anda telah diunggah ke jaringan publik. Semua data di komputer dihancurkan, tidak mungkin untuk memulihkannya," tulis pesan lain yang terlihat di situs web pemerintah yang diretas. Pesan itu ditulis dalam bahasa Ukraina, Rusia, dan Polandia.

"Semua informasi tentang Anda telah menjadi publik, Rasakan ketakutan dan mengharapkan yang terburuk. Ini untuk masa lalu Anda, sekarang dan masa-masa ke depannya," tambah pesan itu.

Para pejabat Ukraina sedang menyelidiki serangan siber besar-besaran, yang menurut mereka menyerang sekitar 70 situs pemerintah termasuk kementerian luar negeri, kabinet menteri, dan dewan keamanan dan pertahanan.

Juru bicara kemenlu Ukraina mengatakan kepada Reuters, terlalu dini untuk mengatakan siapa yang berada di balik serangan itu. Namun mereka tak menampik kecurigaan Rusia berada di balik serangan serupa di masa lalu pada Maret 2021.

Pemerintah Ukraina mengatakan telah memulihkan sebagian besar situs yang diretas, dan tidak ada data pribadi yang dicuri.

Intelijen militer Ukraina juga menuduh Moskow mempersiapkan provokasi terhadap pasukan Rusia yang berbasis di wilayah tetangga Moldova, yang dapat digunakan sebagai dalih untuk menyerang Ukraina.

Rusia tidak berkomentar terhadap serangan siber ini. Tetapi dulu, Rusia membantah berada di balik serangan siber pada Maret 2021.

NATO menanggapi serangan tersebut dengan mengumumkan bahwa mereka akan menandatangani perjanjian baru dalam beberapa hari dengan Ukraina tentang kerja sama yang lebih erat dalam pertahanan dunia siber. Termasuk memberi Ukraina akses ke sistem aliansi militer Barat untuk berbagi informasi tentang perangkat lunak berbahaya.

Sekretaris Jenderal Nato Jens Stoltenberg pada Jumat (14/1), mengatakan, para ahli dunia siber NATO telah bekerja dengan pihak berwenang Ukraina untuk menanggapi serangan tersebut baik dari jarak jauh dari markas besar Brussel maupun di lapangan di Ukraina.

# TAGAR   :  
EDITOR :
Bagikan Berita Ini :